Headlines News :


Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

DOSEN DIDUGA MELAKUKAN AKSI TAK SENONOH, MAHASISWA UNJUK RASA


Kampusnote.com - Seluruh Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) menggelar aksi demo di depan Rektorat Universitas Mercubuana, aksi ini di mulai dari Senin pagi jam 8. Seluruh peserta Demo berkumpul dan menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Rektorat.

Koordinator Lapangan Lukman Nurdiansyah jurusan Sistem Informasi anggkatan 2007 menyampaikan, “Aksi ini di tujukan kepada Bapak Sudirman selaku Wakil Dekan untuk segera mundur dari Jabatannya karena tindak asusila yang telah di lakukan terhadap mahasiswi Fasilkom 2013.”

Kejadian ini bermula hari Jumat, Tanggal 22 November 2013. Himpunan mahasiswa Fasilkom ini menggelar rapat SU ( Sidang Umum) yang berada di Puncak, Bogor. Salah seorang mahasiswi yang ingin mengikuti Rapat SU mendapat ajakan dari Wakil Dekan untuk pergi bareng di acara tersebut. Alih – alih ke tempat tujuan, mobil yang di tumpangi oleh Mahasiswi ini malah menuju Tanjung Priok dan berhenti di sebuah diskotik.  Disini wakil Dekan melakukan tindak susila seperti merangkul dan mengusap paha mahasiswinya tersebut. mendapat perlakuan ini, mahasiswi ini langsung kabur meninggalkan diskotik dengan sebuah taksi dan meninggalkan sebuah tas.

Atas dasar ini mahasiswa Fasilkom menuntut agar Sudirman Wakil Dekannya tersebut di turunkan dan dipecat karena tindak asusila yang telah dilakukan, Rektor dan Dekan juga harus bertanggung jawab untuk segera memproses atas kejahatan dan perilaku Sudirman.  Di aksi ini mahasiswa juga meminta kepada pihak kampus untuk segera mengkaji ulang segala tenaga pegajar, karyawan, dan elemen Birokrasi dari segi kualitas yang lebih bermoral.

“Jika Universitas Mercubuana saja tidak Mampu seleksi SDM pengajar, karyawan, dan perangkat birokrat, apakah mungkin Univ. Mercubuana mampu menerapkan asas pendidikan    bermartabat untuk mahasiswannya??” pungkas Lukman. (Harris_M)






.



Sang Provokator di Mercu Buana

kampusnote.com - Serangkaian agenda AFF 2013 terus berjalan diantaranya seminar yang dilaksanakan Mahasiswa Fakultas Psikologo Universitas Mercu Buana dalam hal ini dinaungi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa AL-Faruq yaitu Seminar Motivasi dengan tema "Ngapain Kuliah Kalau Tidak Sukses".

Seminar yang berlangsung pada 23 Mei 2013 di Basement Masjid Manarul Amal ini setidaknya mampu menarik 90 peserta dari seluruh Mahasiswa UMB.

"Peserta sangat antusias mengikuti acara ini, saya kira ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga, mereka bisa mengetahui kesuksesan menjadi Mahasiswa" kata Haekal Fajri Amrullah, Ketua Plaksana kegiatan AFF 2013.

Harapan dari acara ini semoga Mahasiswa benar-benar dapat mengetahui bagaimana ia menjadi seorang Mahasiswa yang sukses, baik dalam akademik dan implementasinya di lapangan, seperti cerdas emotional intelektual dan tentunya spiritual juga harus di dapatkan.

Pembicara yang sudah di nanti-nati yang juga sebagai pembakar semangat dan provokator motivasi yaitu Ari Chandra Kurniawan atau biasa dipanggil ARCHAN SANG PROVOKATOR. (Arif_UMB)

Tolak Perampasan Tanah Dan Kriminalisasi Petani di Ogan Ilir

Yogyakarta - Penangkapan dan penganiyayaan terhadap 23 petani dan 3 aktivis WALHI sumsel termasuk direktur WALHI sumsel pada 29 januari 2013, dinilai tidak murni sebagai bentuk pengamanan aksi melainkan termasuk skenario POLDA sumsel membantu PTPN VII Cinta manis dalam menyingkirkan warga dari tanah yang saat ini masih dalam sengketa.

Serangkaian kekerasan dan kriminalisasi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan petani agar ada evaluasi terhadap HGU PTPN 6.500 hektar serta pengambilan sisa lahan ke petani. Dimana dari 20.500 hektar yang dikuasai PTPN VII Cinta manis baru mendapatkan HGU seluas 6.500 hektar. Sedangkan sekitar 13.500 lahan yang dikerjakan oleh PTPN VII tidak memiliki atas hak karena belum mendapatkan sertifikat dari BPN.

Wilayah yang dikuasai oleh PTPN VII Cinta manis, menurut pengakuan petani telah memunculkan konflik sejak tahun 1982 karena didapat dengan perampasan dan melakukan manipulasi serta serangkaian intimidasi, seperti ganti rugi Rp. 150.000 per hektar, namun petani hanya mendapatkan pembayaran Rp. 25.000, dan luas garapan petani juga berkurang jauh.

Dan FORUM SEKOLAH BERSAMA kembali turun ke jalan sebagai bentuk solideritas terhadap petani Ogan Ilir yang menjadi korban refresifitas Negara melalui aparatusnya (TNI/POLRI)

Maka dari itu Forum SEKBER menuntut :

1. Tanah untuk rakyat
2. Usut tuntas pelanggaran HAM terhadap petani
3. Bebaskan aktivis maupun petani yang ditahan
4. Cabut HGU PTPN VII di Ogan Ilir
5. Hentikan resefsifitas Negara terhadap petani.


(Forum Sekolah Bersama)

Jokowi Bakal Meremajakan Metromini

kampusnote.com - Buruknya kualitas angkutan perkotaan, seperti Metromini dan Kopaja membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo gusar. Oleh karenanya, dia berencana untuk meremajakan bus kota tersebut yang pada umumnya sudah tidak laik jalan.

Rencana Jokowi itu, juga berkaitan dengan ancaman pencabutan ijin Metromini yang dilakukan Dinas Perhubungan dalam beberapa waktu terakhir ini. “Nanti dilihatlah. Saya tahun depan ingin peremajaan metromini,“ ungkap Jokowi saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Jokowi akan menggunakan sistem hibah dalam menjalankan rencananya. Namun, Jokowi masih mencari mekanisme yang tepat mengenai konsepnya tersebut. “Semuanya akan dirumuskan biar enggak menabrak aturan,“ tegasnya.

Sementara itu, Mantan Wali Kota Solo ini juga akan menerapkan peraturan lainnya untuk para pengemudi metromini tersebut. Tujuannya, agar pemerintah bisa lebih mudah dalam melakukan pendataan kepada para pengemudi. “Nanti kita wajibkan semua supir pakai seragam dan kartu pengenal biar lebih rapih juga,“ tutupnya.(Malik Afrian_UMB)

Kita, Kader Pahlawan Bangsa!

“Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah!” – Presiden Soekarno  
KETIKA membaca quote itu, kebanyakan orang hanya terdiam, memanggut-manggut. Ah, basi. Pada kenyataannya, ketika saya SMA dulu masih banyak yang ‘cabut’ atau tertidur di kelas saat pelajaran sejarah. Lalu bagian mana dari kita yang mengerti makna dari quote di atas?

Bukan, bukan berarti tidak boleh meninggalkan sejarah lantas kita membuat tenda di atas Taman Makam Pahlawan. Tidak seperti itu juga.

Jika diibaratkan, hidup adalah sebuah film, sejarah adalah prequelnya. Jika kita tidak menonton prequelnya terlebih dahulu, kita pasti bingung. Tidak tahu awal dari film tersebut. Pada akhirnya, kita jadi tidak mengerti arah dari film tersebut. Sama seperti sejarah. Tanpa sejarah, kita tidak akan mengetahui asal-usul dari negara kita. Tanpa sejarah, kita akan kehilangan arah.

Loh terus kalau sejarah adalah prequel, berarti kita harus menonton prequel terlebih dulu? Artinya kita harus pinjam mesin waktu Doraemon dan kembali ke masa lalu begitu?

Ya tidak serepot itu juga sih. Kan di film ada yang namanya sinopsis. Nah, di sejarah juga ada dong. Bagaimana sih kalian?

Ketika saya SMA dulu, saya masuk jurusan IPA. Persis di tahun saya, jurusan IPA baru mendapatkan pelajaran sejarah. Saya ingat seluruh teman saya misuh-misuh. “Apa-apaan, jurusan Ilmu Pengetahuan Alam kok belajar sejarah?” celutuk mereka. Saya hanya diam. Padahal, lucu juga ya kalau ada dokter bedah ketika ditanya, “Pak, waktu peristiwa Rengasdengklok kenapa ya Soekarno dan Bung Hatta diasingkan?” dia menjawab “Mungkin mereka lagi sakit demam berdarah, Dik. Biar tidak nular.”

Belajar sejarah itu ada gunanya loh. Ambil contoh simpel deh. Misalnya ada teman kalian yang baru saja kehilangan handphone. Pertanyaan pertama yang terbesit adalah, “Bagaimana ceritanya?” Kemudian teman kalian akan menceritakan, misalnya dia habis naik ojek kemudian tasnya terbang ke atas truk orang. Dari situ apa yang kalian dapatkan? Tentunya belajar dari kesalahan teman kalian, kalian akan berhati-hati ketika naik ojek. Mengusahakan agar tas kalian tidak terbang seperti teman kalian.

Seperti halnya sejarah bangsa kita, kita harusnya belajar dari hal-hal di masa lalu. Kita belajar bahwa perjuangan memerdekakan bangsa kita itu tidak mudah. Para pahlawan terdahulu bersusah payah. Apa yang mereka korbankan? Banyak. Hidup, harta, pikiran, kekuatan, bahkan keluarga. Tujuan mereka hanya satu, mereka ingin Indonesia merdeka.

Sadarkah kalian bahwa sebenarnya para pahlawan telah melimpahkan kita tugas yang jauh lebih berat? Mereka melimpahkan kita masa depan bangsa.

Kalau kalian pikir pekerjaan ini mudah, coba renungkan kembali. Apakah benar bangsa kita saat ini lebih baik dari dahulu?

Perhatikan sekitar kalian. Orang miskin yang meringkuk di bawah jembatan, sementara di atasnya orang kaya yang menyetir mobil mewah sedang mengecek rekeningnya dengan menggunakan tablet mahal, memastikan uang hasil korupsinya sudah sampai dengan aman. Kita masih dijajah. Dijajah bangsa sendiri.

“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsa sendiri.” – Presiden Soekarno

Sadarkah kita bahwa kita adalah kader pahlawan bangsa? Negara kita tak cukup hanya merdeka. Negara kita butuh pahlawan-pahlawan revolusi yang menata kembali bangsa kita. Negara kita butuh kita.
Jadi, siapkah kita menjadi pahlawan baru bangsa? Tidak sulit. Kerjakan apa yang kita bisa dan kita suka. Saya mahasiswi statistik. Saya akan memaksimalkan kemampuan saya nantinya untuk menyajikan data dan informasi yang aktual tanpa rekayasa. Bagaimana dengan kalian? :)

Serra Pungkas Risantika
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
(//rfa)

Jadi Pemain Lebih Baik Daripada Jadi Penonton


Oleh : Herdiansyah Rusydi

Pernah Anda Memaki david Beckham ,Yang waktu itu dia dikenakan kartu Merah dalam sebuah pertandingan Sepak Bola,akibat ulahnya itu, keseblasan inggring tersinggir dari kejuaraan sepak bola sejagat saat itu.

Yang memaki Beckham  ketika itu teryata bukan hanya saya. Komentator di Tv, para pendukung kesebelasan Inggris diseluruh  dunia, dan pecandu Sepak Bola di Inggris  turut mencercanya.

Apakah Setelah  itu David Beckham berhenti menjadi pemain sepak bola? Tidak!  Apakah lelaki itu kehilangan peghasilannya dari Sepak Bola? Juga Tidak… Lantas, apa yang kita Peroleh  dari Memaki? Saya dan  Mereka tidak Memperoleh apa – apa.

Ya…Para pemain tidak kehilangan penghasilan dan Bahkan terus memperoleh penghasilan. Sementara para penonton tidak memperoleh satu rupiah pun, bahkan harus terus membayar setiap kali menyaksikan pertandingan . begitu juga dalam kehidupan sehari – hari , jika kita tidak melakukan apa –apa dan hanya menjadi penonton, kita tidak akan memperoleh apa –apa.

Bila ingin memperoleh sesuatu, anda harus menjadi pemain, Anda harus menjadi pelaku,Anda harus Action sendiri dan tak boleh diwakilkan.

( Dalam Buku Makelar Rezeki Karya Zamil Azzaini )


JIKA AIR TANAH HABIS, MAKA AKAN TIMBUL AIR MATA


kampusnote.com - Kita sering tak pernah berfikir apakah air yang bening dan bersih yang sehari-hari kita gunakan akan habis? namun patut kita tau mungkin air tanah tak akan pernah habis, tapi berkurangnya air tanah secara derastis akan menimbulkan bencana.

What? bencana apa? mungkin kita tak sadar, layaknya susunan kartu yang kita tumpuk dan kita susun menjadi sebuah ornamen atau pun menara apa bila kita ambil perlahan bagian bawahnya maka ornamen atau menara tersebut akan hancur. Begitu pun dengan bumi, jika kita terus menerus mengambil isinya secara berlebihan atau ekstrim besar kemungkinan bumi atau tempat yang kita tinggali sekarang ini akan hancur pula. Dan pastinya akan menimbulkan bencana, setelah bencana usai yang ada hanya tangisan serta penyesalan, kita tak sadar semua ulah dan perbuatan siapa. "yang pada dasarnya perbuatan kita semua" dan anehnya setiap ada musibah pasti yang di salahkan yang di atas, "tuhan kau tak adil, berikan coban ini pada kami" what? mungkin tuhan akan menjawab, (bukanya loe yang buat tempat yang udah gue siapin buat loe tapi loe juga yang ngancurin, gue kurang baik apa. ga bersyukur banget si loe).

Nah terus kalo udah hancur emang ga bisa di perbaikin? tentu ga bakalan bisa.. karna kita hanya manusia bukan tuhan, se pandai-paindainya manusia untuk menciptakan alam tak akan mungkin bisa secantik dan seindah aslinya. tapi mungkin kehancuran itu tak bisa kita perbaiki namun bisa kita cegah.
Nah gimana caranya tuh?

Hemat energi, jangan buang-buang air untuk hal yang tak perlu. Bayangkan seakan-akan air itu emas yang berharga, nah jika emas itu bisa bermanfaat bagi kita mungkin tak masalah, namun jika emas tersebut kita buang begitu saja mungkin kita akan menyesal.

Jadi intinya sebagai anak muda dan calon-calon penerus bangsa alangkah baiknya kita sadar tentang pentingnya menjaga kesetabilan alam, jangan karna alam kita kaya kita bisa gunakan semau kita. inget men bumi ini cuma titipan bukan punya kita. kalo loe punya barang and lu titipin ke orang dan orang itu ngerusakin gue juga yakin loe pasti bakal marah. nah sama aja kaya yang di atas.(adi.mulya_UMB)
SAVE YOUR LIFE FOR WE FUTURE

Kampus


kampusnote.com - Mendengar kata kampus  adalah suatu yang waw, dua tahun yang lalu ketika masih memakai seragam putih abu-abu.

Menurut saya dunia kampus memiliki khasnya tersendiri, kenapa ? Karena di sinilah kita bisa lebih mengembangkan kreatifitas-kreatifitas yang ada di diri kita dan kalian berada di tempat yang tepat bernama “KAMPUS”.

Banyak yang di tawarkan dari pihak kampus untuk mahasiswa agar lebih kreatif & inovatif, dengan cara mengikuti UKM-UKM yang ada, lembaga kemahasiswaan ,ataupun yang sekarang sedang genjar di lakukan yaitu Kewirausahaan.

Di sini kita mahasiswa di ajak untuk menjadi seseorang wirausaha bisa menyerap tenaga kerja nantinya tapi itu semua tergantug pada kemauan & kreatifitas mahasiswa itu sendiri

Apakah anda kuliah hanya mengejar nilai yang bagus ?
Apa inggin bisa bersosialisasi & memanfaatkan fasilitas yang ada  dengan sebaik-baiknya ?
Atau hanya inggin menjadi pengembira saja !!! (tika_umb)

Mendefinisikan Kembali Kegiatan Ospek

Kampus Note - PELAKSANAAN orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang acapkali menjadi simbol diterimanya mahasiswa baru di sebuah universitas merupakan acara seremonial rutin yang dilakukan tiap tahun. Ospek yang notabenenya adalah usaha pengenalan almamater dan kehidupan kampus pada awalnya bertujuan untuk membentuk sikap dan proses dan beradaptasi dari para calon mahasiswa. Ditinjau dari tujuan mendasarnya, ospek memiliki tujuan baik dan jelas. Asalkan dijalankan sesuai dengan aturan dan prosedur yang bertujuan untuk menanamkan prinsip-prinsip kehidupan kampus yang tersirat dalam Tridarma Perguruan Tinggi; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian terhadap masyarakat ketika mahasiswa berhasil mencapai gelar sarjana.  
Selain itu, ditinjau dari manfaat lainnya, ospek juga bisa menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral kehidupan di dalam lingkungan mahasiswa. Misalnya saja dengan melakukan kegiatan ospek yang berlandaskan pada kegiatan-kegiatan positif, seperti outbond, pelatihan kepemimpinan, dan manajemen keorganisasian. Tetapi sayangnya, stigma negatif terhadap pelaksanaan ospek seolah sudah tertanam begitu mengakar. Mengingat seringkali ospek dilabelkan sebagai sarana balas dendam dari para senior kepada juniornya. Kecenderungan inilah yang seringkali berakibat fatal dengan berubahnya nilai-nilai positif dan membangun di dalam kegiatan ospek. Menjadi perbuatan amoral dan anarkis. Bentuk kekerasan fisik yang seringkali dilakukan oleh para senior terhadap para junior yang melakukan kesalahan sepele sudah selayaknya dihilangkan dan tidak dapat ditolerir oleh pihak kampus.
 
Sangat dilematis apabila kita mengingat dua pasal yang sifatnya bersifat otoriter dalam kehidupan kampus. Pertama, senior selalu benar. Kedua, apabila senior salah maka kembali kepada pasal pertama. Secara jelas, sikap yang tercermin dalam kata-kata tersebut sangatlah tidak mencerminkan sikap seorang mahasiswa yang merupakan penerus estafet dari kepemimpinan bangsa. Keberadaan ospek yang cenderung menyemai ‘bibit’ kekerasan sudah sepantasnya dihentikan melalui kewenangan yang dimiliki oleh pihak kampus agar tidak tercipta kondisi balas dendam yang berlarut-larut di lingkungan mahasiswa senior terhadap para mahasiswa baru yang memasuki kampus.
 
Salah satu cara efisien yang dapat ditempuh adalah dengan merumuskan dan mendefiniskan kembali kegiatan ospek yang berlaku di kalangan mahasiswa. Pihak kampus, sudah selayaknya memegang kewajiban penuh untuk melakukan monitoring dan pengawasan dalam proses ospek. Selain itu, pihak kampus dan mahasiswa bisa duduk bersama untuk menyusun konsep pelaksanaan ospek yang bertujuan untuk mendinamiskan beragam kegiatan postif dan membangun di dalamnya. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya militeristik dengan menggunakan kekerasan fisik sudah sepatutnya dirombak dan digantikan oleh kegiatan yang lebih mengedepankan skill dan intelektual. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta kondisi ospek yang lebih berkarakter positif dan membangun untuk mempersiapkan para mahasiswa sebagai generasi-generasi muda yang tidak hanya memiliki sifat dan akhlak yang terpuji. Tetapi juga, sebagai batu loncatan para mahasiswa baru untuk bersikap lebih dewasa dalam bertindak sebelum memasuki kehidupan kampus.
 
Eko Indrayadi
Mahasiswa Ilmu Politik
FISIP UIN Jakarta
Kepala Biro Penelitian BEM FISIP UIN Jakarta
(//rfa)(mlk)


Sumber : Okezone.com

Demokrasi yang Sehat!


Kampus Note - GELOMBANG penolakan dan kecaman terhadap film yang berjudul ''Innocence of Muslims'' terus saja terjadi di berbagai belahan dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. Film ini pertama kali diposting ke Youtube pada 1 Juli 2012 namun tidak begitu menarik perhatian publik. Lalu stasiun televisi Mesir Al-Nas menayangkan cuplikan film tersebut pada 8 September 2012. Film ini pun mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan diposting online. Lalu dalam beberapa hari telah dilihat oleh ratusan ribu orang.
Film ini menggambarkan Islam sebagai agama penuh kekerasan dan Nabi Muhammad sebagai orang bodoh serta haus kekuasaan. Ini diawali dengan adegan di mana sebuah keluarga Koptik di Mesir yang diserang oleh sekelompok umat Islam sementara polisi nampak diam saja. Lalu, sang ayah berkata kepada putrinya bahwa umat Islam ingin membunuh semua orang Kristen.

Gambaran selanjutnya adalah berkisah tentang kehidupan Nabi Muhammad, keluarganya dan para pengikutnya di padang pasir. Dalam film ini digambarkan Muhammad berhubungan seks dengan istrinya, Khadijah dan wanita lainnya. Trailer film ini juga menggambarkan Muhammad dan pengikutnya sebagai pembunuh, perampok dan pemeras.

Memang sudah sepatutnya dan wajar kalau umat Muslim di seluruh belahan dunia marah dan mengecam keras terhadap beredarnya film ini. Namun yang perlu diperhatikan tindakan penolakan itu selayaknya jangan sampai merugikan orang lain. Tentunya boleh saja kita berdemo, menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik. Jangan terpancing isu-isu provokatorik yang justru akan memecah tali persatuan antara sesama muslim. Toh kita diajarkan untuk saling menyayangi dan menghormati satu sama lain, bukan?

Jadilah masyarakat yang cerdas, tidak mudah terpengaruh isu SARA, mencoba menelaah setiap kejadian yang ada, jangan mudah terbakar emosi sesaat. Praktikkanlah demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab, demokrasi yang pada akhirnya dapat memberikan dampak yang signifikan untuk sesama. Tak ada gunanya demonstrasi yang hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan tentunya jangan sampai memakan korban jiwa.
 
Opialeta Putri
Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi
PHN Humas Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia
(//rfa)(mlk)

Sumber : Okezone.com
 


Support : Creating Website | Student Group
Copyright © 2011. kampusnote.com - All Rights Reserved