Headlines News :


Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa Unsyiah Juara WMM 2012

Aceh - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Jurusan Ilmu Fisika semester trakir itu bagai mimpi yg manjadi kenyataan menjadi Finalis Wirausaha Muda Mandari 2012.


Mahasiswa yang mempuanyai saudara kembar  yang lahir di benua raja,kuala simpang,Aceh.  pada  11 maret 1990 itu  bernama Muhammad Mulyakhan

Pemuda yg merantau meninggalkan desa dan 3 bersaudara itu,
Memulai hidup baru yg cukup keras dalam perantaunya unt mnuntut ilmu di kota pelajar Banda Aceh.


Hingga suatu kesempatan yg tak pernah di duga dan disangka menghampirinya,yaitu Ajang Pemilihan Wirausaha Muda Mandiri(WMM) yg di laksanakan oleh Bank Mandiri.Tbk, ia mengukuti dan mnjadi salah satu peserta dalam ajang tahunan tersebut hingga keluar menjadi Pemanang dalam kempetisi tersebut,

Hal baru dan sangat Tabu baginya ketika harus berkompetisi dengan seluruh peserta dari seluruh indonesia disaat kempetisi yang berlangsung adalah kempetisi wirausaha atau lebih di kenal Entrepreneur sedangkan dia tidak sama sekali memiliki jiwa entrepreneur itu, berhubung Ilmunya di bidang Sienc yaitu Ilmu Fisika,

Berkat Kerja keras dan Usaha  yang tekun bersama di bimbing oleh para mentor yang kala itu Dosenya dari Universitas Syiah Kuala, dia memulai mendirikan sebuah lembaga pendidikan diluar sekolah yang dinamainya Genius Private,

Muhammad Mulyakhan yang biasa disapa Mulya itu memilih bidang Usaha Private Krn paska pasar di skolah2 di kota banda Aceh itu Belajar sampai sore,
Makanya di bidang private bisa mengimbangkan belajar di rumah di wktu malam dan di hari-hari libur.

Sejauh ini tidak terdapat begitu banyak Hambatan yang di temuainya hanya Kurang tenaga  kerja dan guru yang cukup mapan yang jadi sedikit beban baginya, Berikut Beberapa Tujuan  dari bisnis ini diantaranya :
1. keinginan mmberntas pengangguran dengan ikut andil membuat lapangan pekerjaan bagi sarjana2 muda yg baru selesai mendapatkan sarjana.
2. keinginan di masa depan bebas dari finansial dan wktu dengan membuat sistem yg bekerja untuk Manusia bukan manusia yg bekerja untuk sistem.

Adapun Pendangan masyarkat Sangatlah baik kpda Genius Prevate ini. Sistem yg sangat menarik yg mana siswanya bisa menentukan sndiri jam masuk,tempat dan materi apa yg Siswa mau.sistem yg sangat menggugah minat pelajar bukan ??.

Niat yg sangat mulia dengan Program memberikan private dan belajar Gratis khusus untuk anak yatim piatu dan kurang mampu.

Pesan yang disampaikannya Unt teman-teman  mahasiswa supaya Termotivasi untuk terjun ke dunia bisnis dan mulai berwirausaha, juga untuk Pemerintah bagaimana memfasilitasi serta  Mndukung Para pelaku wirausaha-wirausaha ini unt berkmbang,karna rata-rata banyak dri mahasiswa ini mempunyai ide-ide yg luar biasa untuk berbisnis hanya terkendala di modal dan mental. (Arif T'Whasda)

75 Ribu Keliling Indonesia


Mbah Boncel Bantul mulai menggeluti aktivitas berkeliling indonesia dengan sepeda tahun 2006, di umurnya yang menginjak 52 tahun berprofesi sebagai supir truk angkutan barang, berkeluarga mempuanyai anak 2 dan 2 cucu.

Telah mengelilingi negara indonsia yg dimulai tangal 11 nov 2006 sampai 28 agus 2007 dan sudah mndapat pengakuan dari Musium Rekor Indonesia, Selama perjalanannya berkeling Indonesia dengan mengayuh sepeda titisan dari orang tuanya itu, mbah buncel telah mngunjungi 32 provinsi selama 297 hari.

Bapak berusia 59 Tahun, mengalami bebagai peristiwa dalam tournya tersebut. Dengan Sepeda relly tahun 48,dia mendapatkan pengalaman terbaiknya adalah ketika tour di mamuju utara selawesi barat,"sepeda mau dirampas dan seluruh pakaian di suruh lepas, dan 2 buku hariannya juga ikut dirampas" jelasnya.

Status pertualangan yg berjalan 6 tahun itu sudah mengilingi indonesia menyusuri jalan 12.894 km, dengan naik kapal 23 kali Dan Pesawat 4 kali di tanah papua,

Adapun tujuan dari pertualangan ini yaitu 1, untuk menjelajahi dan mengetahui indonesia secara nyata. 2. Melihat peradaban dan kebudayaan yg berada di luar jawa. Dan Yg ke 3 memecahkan Rekor Muri.

Pesan Mbah Boncel  untuk generasi muda jangan lupakan kepada sepeda, karena sepeda merupakan alat transportasi ramah lingkungan dan hemat biaya, Kemudian di Lanjutkan Pesan kepada Pemerintah
Dengan adanya petualangan ini semoga adanya perhatian kepada alat transportasi yang sederhana ini. (Arif_UMB)

Mahasiswa Unismuh Nyalakan Lampu via SMS

MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HME) Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Makassar, akan merancang sebuah sistem penerangan dengan memanfaatkan fitur short message services (SMS) telepon genggam. Rencana ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan HME bertajuk "Sistem Perancangan Maket Instalasi Listrik Gedung Al-Iqra berbasis PLC" yang berlangsung di Laboratarium Fakultas Teknik Gedung Iqra’ Lantai IV, 15 November mendatang.
 
"Rancangan ini merupakan sebuah sistem buat menyalakan lampu dengan menjadikan sarana SMS sebagai alat pengontrol lampu tersebut. Sistem ini juga menggunakan programmable logic controller(PLC) sebagai program utama dalam rangkaiannya dibantu dengan modem dan audio sistem sebagai pelengkap pada rangkaian tersebut," kata salah satu pengurus HME, Muh. Yusran, kepada Okezone,Jumat (2/11/2012).
 
Menurut Yusran, sistem rangkaian nantinya digunakan pada maket gedung Al-Iqra Unismuh yang berlantai 17, sehingga diharapkan bisa menjadi acuan penyelesaian pembangunan instalasi gedung dalam waktu relatif singkat.  
 
Ketua Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Unismuh, Ahmad Taba, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program andalan HME tahun ini. Nantinya, hasil dari sistem yang dibuat akan menjadi referensi bagi para mahasiswa elektro melakukan praktikum dan menjadi kontribusi bagi kemajuan laboratorium Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
 
"Selain itu kami juga akan menyalurkan seluruh potensi dan bakat yang luar biasa yang dimiliki para mahasiswa dengan melahirkan karya-karya positif ketimbang melakukan hal negatif yang kurang berguna dan tidak bermanfaat untuk banyak orang," jelas Ahmad.
 
Taba mengemukakan, sistem rancangan akan melibatkan mahasiswa Teknik Elektro Unismuh yang telah diseleksi dari sekian banyak potensi yang ada dan dianggap mempunyai kompetensi dengan sistem ini.
 
"Proses perancangannya sendiri akan berlangsung selama satu pekan serta akan dipantau langsung oleh para dosen pembimbing dan para tenaga ahli yang telah ditunjuk langsung oleh pimpinan universitas dan Fakultas Teknik Unsimuh," pungkas Ahmad.(rfa)

Dari S-1 Sampai S-3, Pasangan Ini Selalu Lulus Cumlaude

kampusnote.com - Siapa bilang pacaran ketika kuliah hanya bisa membuat nilai kita jelek? Nyatanya, adajuga pasangan mahasiswa yang justru bersaing sehat hingga akhirnya berhasil lulus dengan nilaicumlaude.
 
Mereka adalah Martin Suryana dan Suhartati. Pasangan ini menjalani kuliah S-1 dan S-2 bersama-sama di Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya). Tidak puas, mereka kembali meraih gelar doktor bersama dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Sejak S-1 hingga S-3, mereka berdua selalu lulus dengan predikat cumlaude. Prestasi ini membuat nama Martin dan Suhartati masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Pasangan yang Menempuh Studi Bersama-sama Sejak S-1, S-2, dan S-3 dengan Sama-sama Meraih Predikat Cumlaude.”

Martin menyebut, meski berpacaran, keduanya selalu berkompetisi secara positif dalam mendapatkan nilai terbaik. ”Walaupun terus bersama-sama, jangan dikira kami conto-contoan. Justru kami berkompetisi untuk meraih nilai yang lebih baik. Kadang saling meledek juga. Jadi kami berdua benar-benar berkompetisi,” ujar Martin Suryana, seperti disitat dari situs Unair, Senin (29/10/2012).

Pasangan suami istri tersebut meraih gelar doktor dalam waktu studi yang cukup singkat, yakni 2,3 tahun. Martin meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 sedangkan sang istri hanya terpaut tipis 3,85.

Ayah dua anak itu lulus dengan mempertahankan disertasi berjudul “Transplantasi Organ dan atau Jaringan Tubuh Manusia dalam Perspektif Hukum Pidana.” Sementara Suhartatik yang merupakan dosen FH Ubaya itu mempertahankan disertasi yang berjudul ”Alternative Remittance System Dalam Perspektif Hukum Pidana”.

Pria yang berprofesi sebagai advokat dan konsultan hukum itu mengaku sama sekali tidak terpikir atau berharap suatu saat akan meraih rekor MURI. Mereka berdua tidak melakukan upaya kesengajaan untuk mengarah pada predikat mengukir rekor tersebut. Berawal dari saran, masukan, dan desakan teman-teman atas prestasi dan perjalanan studi mereka, maka keduanya pun mengusulkan prestasi ini kepada MURI dan mendapat persetujuan dari pihak MURI.

Motivasi utama Martin mengusulkan prestasi ini ke MURI adalah untuk menunjukkan status suami-istri tidak menghalangi sesoeorang untuk berprestasi. Mereka justru bisa saling memberi motivasi dan mendorong untuk meraih prestasi. “Justru motivasi inilah yang ingin kami bagikan kepada orang lain,” tuturnya.

Pasangan ini sepakat meningkatkan status mereka dari pacaran menjadi ikatan perkawinan setelah lulus S-2 dari Ubaya pada 2001. Saat ini, pasangan suami istri tersebut telah dikaruniai dua orang anak, yakni Clifford Breva Suryana (9) dan Clarence Amabelle Suryana (6).
(rfa)(//mlk)


Sumber : Okezone.com

Berwirausaha Dari Mata Memandang, Hati Berbicara


Oleh Herdiansyah,(mahasiwa Univ.Mercu Buana)

Bagaimana sih caranya berwirausaha itu??? apakah perlu tau dulu caranya atau bagaimana ???
Hai sobat semua, inilah pertanyaan yang mugkin sering kita tanya-tanya dalam diri kita atau pertanyaan kebanyakan orang.

Oke kali ini saya akan share ke temen-teman, bagaimana sih cara berwirausaha atau bisnis yang paling mudah, coba lihat judul yang saya tulis “ berwirausaha dari mata memandang hati berbicara” kayanya cukup aneh ya bahasanya, “yaa itulah saya” hehe, coba anda bayangkan ketika anda tertarik kepada sesuatu? apa yang anda rasakan? “sudah ketemu jawabanya?, lalu ketika anda tertarik apa yang hati anda rasakan??? pasti ada ke inginan, entah untuk mencoba, memiliki atau melakukannya.

Ya secara tidak langsung anda sudah menemukan jawabannya untuk memulai berbisnis, ya kalau kata saya berbisnis dari yang kita “suka”, anda suka makan mie, bakso, atau apapun itu. nah itulah langkah awal anda memulai berwirausaha, karena dengan anda menyukai sesuatu, itulah yang akan menjadikan bisnis anda menjadi kenyataan.

Inilah yang saya lakukan, ketika memulai bisnis, saya suka sekali makan jagung cup yang dijual di mall-mall, ketika itulah mata memandang hati berbicara. langsung keinginan untuk berwirausaha/berbisnis mulai terlaksana, terciptalah sebuah bisnis


 

oke samapai disini dulu sharing-sharingnya. nantikan materi – materi selanjutnya dari saya. terima kasih kepada www.kampusnote.com direktur pak saptra malik. atas bisa di sharenya materi ini.  follow @herdiansyah64 

Bahasa Gaul

kampusnote.com - Setiap waktu semua pasti akan berubah, begitu pun dengan seseorang. Dia akan berubah sesuai zamannya. Nah, dunia anak muda pun seperti itu, akan terus berubah sesuai zaman. Jika pada era 80an lagi zaman-zamannya pake celana gombrong alias Cutbray gitu, sekarang zamannya pake celana ketat pensil gitu. Hmm… Begitu pun dengan bahasa-bahasa anak muda yang kata mereka bahasa gaul, selalu berubah-ubah.

Jujur, gue sendiri adalah orang yang telat Gaul. Baru kenal yang namanya Hape tahun 2009, baru bisa pacaran kelas 2 SMK, ngerasain sakit hati umur 17 tahun. Dan gue baru tau kalo Shuffle itu adalah dance bukan minuman baru 1 minggu lalu. Oke abaikan. Kita Fokus ke topik utama!

Maka itu gue buat artikel ini, tentang Kamus Besar Bahasa Gaul. Sebuah tulisan yang mambahas tentang Istilah-istilah gaul di kalangan anak muda berdasarkan pengalaman gue jadi anak muda yang telat gaul. Yuk disimak !

1.      Alay
Semacam orang yang berpenampilan agak norak, ditambah gaya menulisnya yang aneh, kombinasi symbol, angka. Dan hanya kaum mereka yang mengerti. (Nanti gue akan membahas Alay lebih jauh, mulai dari asal mulanya sampai perkembangannya)

2.       Kepo
Rasa ingin tau bangeeettt.. Setiap kali ada orang ngomong apa, dia langsung bilang, “Eh, lagi ngobrolin apaan sih?” Dan jangan sampai orang bilang anda Kepo, karena rasanya itu seperti minum kopi tanpa gula.

3.      Galau
Ini semacam penyakit yang selalu dialamin anak muda, penyakit ini biasanya muncul di malam hari. Ciri-ciri orang yang galau itu bawaannya sedih mulu, mikirin sesuatu nggak ilang-ilang, hati gundah gulana mulu.Tapi katanya kalo mau gaul harus galau. Bener nggak sih? :|

4.      Move ON
Move On itu kita berjalan ke depan tanpa memperdulikan belakang, itu arti biasanya. Kalo arti gaulnya itu, Kita berjalan ke depan mencari yang baru dan melupakan mantan.

5.      Kamseupay
Kampungan Sekali Udik Payah. Sebenarnya kata ini sudah ada sejak tahun ‘80an, dan kembali populer oleh Marrisa Haque melaui media Twitter.

6.      PHP
Pemberi Harapan Palsu. Hati-hati sama orang yang PHP, biasanya kamu deketin dia terus dia seperti kasih lampu hijau, dan kamu yakin bakal sama dia, namun pada akhirnya kamu Cuma dianggap teman, dan harapan buat jadian sama dia sirna.

7.      Curcol
Curhat colongan, jadi dalam setiap pembicaraan biasanya suka curhat tentang prbadinya sendiri, padahal momentnya nggak pas buat curhat.

8.      Mager
Terdiri dari 2 kata, Malas dan Gerak, kalo disatu jadi Malas Gerak. Dan ini adalah keadaan dimana lo malas beranjak dari tempat lo, merasa udah PW gitu.

9.      Nikung
Ini istilah kalo misal kita punya gebetan tapi gebetannya keduluan sama orang lain. Jadi ibarat balap motor mah di salip, tapi kenapa anak muda bilangnya nikung yah? 


Oke untuk sementara segini aja dulu, mungkin kalo ada dari temen-temen yang merasa ada yang kurang itu karena gue belum cukup gaul. (@yadisuharlim _umb)

Cara Asyik Belajar Aksara Jawa dari UNY

Kampus Note - Aksara Jawa merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Sayangnya, hanya segelintir kawula muda yang memahami atau mau mempelajarinya. Bahkan, di daerah Yogyakarta yang notabene sebagai pusat budaya Jawa, jumlah siswa yang mampu menggunakan aksara ini tidak banyak.

Apalagi menurut beberapa guru mata pelajaran bahasa Jawa, siswa cenderung bermalas-malasan atau kurang perhatian dengan pelajaran bahasa Jawa, khusunya pada pokok bahasan aksara Jawa. Pada umumnya, siswa mengaku materi ini sulit dipahami sehingga nilai mereka pun masih tergolong rendah.

Realita ini yang kemudian menginspirasi mahasiswa Pendidikan Tekik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Deni Kurniadi mengembangkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran bahasa Jawa. Pada tahap awal, media pembelajaran yang dikembangkan ini dibatasi pada pokok bahasan pengenalan aksara  Jawa  untuk siswa kelas IV SD berbasis software. “Animasi yang menarik serta adanya contoh pengucapan melalui suara menjadi keunggulan media karya saya ini,” ungkap Deni, seperti dilansir dari situs UNY, Senin (24/9/2012).

Mahasiswa angkatan 2008 tersebut menjelaskan, media pembelajaran ciptaannya memuat kumpulan materi yang berkaitan dengan pengenalan aksara  Jawa. “Menu utama terbagi menjadi: pendahuluan, materi, evaluasi, referensi, profil, dan tombol keluar,” kata Deni.

Deni menjelaskan, materi aksara Jawa pada media ini terbagi menjadi beberapa pokok bahasa. Sebut saja materi aksara legena, sandhangan swara, panyigeg, sandhangan gantine panyigeg, tata cara nulis aksara Jawa, dan bagaimana menulis kalimat menggunakan aksara Jawa.

Menurut Deni, media ini masih perlu diperbanyak dengan animasi dan contoh gambar. "Pada bagian evaluasi menulis bisa dikembangkan penulisan dengan mouse dan otomatis mengubah menjadi karakter huruf aksara Jawa sehingga pada tahapan evaluasi siswa tidak perlu mengerjakan soal latihan secara manual pada buku mereka," tutur mahasiswa asal Kulon Progo tersebut.

Dia berharap, dengan media pembelajaran ini siswa akan tertarik dan senang belajar bahasa Jawa, khususnya huruf Jawa. Sehingga bahasa Jawa bukan lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa.(mrg)(//mlk)


Sumber :Okezone.com

Sulap Limbah Minyak Goreng Menjadi Biodiesel

Kampus Note - Tiga siswa kelas XI SMA 1 Kesatrian Semarang, Febriansyah Ramadhan, Hernanda Akautsar Rabbani, dan Amelinda Diana Patricia patut mendapat acungan jempol. Dari penelitian yang mereka lakukan, ketiganya berhasil menciptakan sumber energi baru berupa biodiesel dari limbah minyak goreng. Dari penelitian itu pula, mereka berhasil menyabet juara III pada Kelompok Peneliti Muda (KPM) Expo ke-7 yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), baru-baru ini.

Ketiganya yang merupakan satu tim Kesatrian Science Club (KSC) ini harus berhadapan dengan 51 kelompok lain dari berbagai SMA di Tanah Air. Pada ajang tersebut, mereka mengangkat judul penelitian "Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng Bekas Menjadi Biodiesel Menggunakan Katalis Enzim Lipase Hasil Isolasi dari Bekatul sebagai Alternatif Bio Energi Ramah Lingkungan".

Melalui penelitian tersebut, salah satu persoalan lingkungan akibat limbah minyak goreng yang umumnya dibuang ke saluran air dapat dimanfaatkan kembali menjadi biodiesel. "Biodiesel yang dihasilkan dari penelitian anak-anak mampu terbakar dengan sempurna. Hal itu teruji dari sejumlah tes yang dilakukan di laboratorium," beber Pembina, sekaligus Koordinator KSC, Edy Sulistyono, kemarin.

Dia menyebut, pada bidang penelitian, pihak sekolah secara serius ingin mencetak peneliti-peneliti muda dari siswanya. "Secara resmi di sekolah kami ada 70 tim peneliti yang dibentuk. Dari situ kemudian dilakukan seleksi ketat unuk dipilih satu mewakili sekolah pada ajang-ajang tertentu. Seperti yang baru-baru ini kami ikuti," ungkapnya.

Dari segi anggaran, pihak sekolah juga menggelontorkan dana Rp28 juta per tahun untuk membentuk para peneliti muda tersebut. "Bahkan, di lingkungan sekolah, setiap setengah tahun sekali diadakan lomba karya ilmiah remaja. Ini untuk mendorong kreativitas para siswa," imbuhnya.

Amelinda, anggota tim KSC menyebut, saat mengikuti KPM Expo, timnya tidak mengalami kesulitan berarti. Sebab, penelitian ini sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ekspo. Hasil penelitian yang mereka lakukan itu juga pernah diikutkan pada lomba serupa di Universitas Negeri Semarang (Unnes) awal September lalu.

"Pada saat itu kami baru berhasil menjadi nomor lima. Itu semua terjadi karena persiapan yang kami lakukan kurang matang. Dari kegagalan itu, kami kemudian memperdalam materi untuk memperbaikinya," ucap Amelinda. (susilo himawan/koran si)(//rfa)(mlk)


Sumber : Okezone.com

Kubus Unik dari UPH


Kampus Note - Biasanya, kebutuhan furnitur di kamar terdiri dari tempat tidur, meja belajar, lemari baju, dan rak buku. Namun di tangan lima desainer muda dari Universitas Pelita Harapan (UPH) ini, kebutuhan furnitur tersebut dapat disatukan dalam sebuah kubus unik.

Christina Indraningsih, Marina Tjandra, Jeanne Junita Pertiwi, Angela Johanna Sudarma, dan Stephanie, membuat kubus unik yang menampung fasilitas tempat tidur, meja belajar, rak buku, hingga meja makan. Kubus unik yang dinamai Modular Living Gadget itu pun menyedot perhatian para pengunjung pameran Desain.ID 2012 beberapa waktu lalu.

Christina memaparkan, ide mereka awalnya berupa konsep kecil yang dapat memenuhi kebutuhan dasar seseorang seperti makan, istirahat, dan bekerja. "Kami kemudian mulai mencetuskan ide tentang "gadget" yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut," kata Christina, seperti dilansir laman UPH, Rabu (19/9/2012). 

Mahasiswi angkatan 2010 ini menjelaskan, material yang mereka gunakan untuk Modular Living Gadgetbersifat ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, misalnya kayu. Kelimanya pun lebih memilih elemen kayu ketimbang baja. Untuk pencahayaan, tim Christina menggunakan LED untuk menghemat energi listrik, dan karena penggunaannya yang lebih simpel. Hasilnya, dalam sebulan mereka dapat merampungkan prototipe Modular Living Gadget dan menarik perhatian banyak orang.

"Banyak pengunjung bertanya apakah hasil kerja kami ini dijual. Ada juga yang tertarik menggunakan living gadget untuk kebutuhan di asrama," Christina mengimbuh.

Pembimbing kelimanya, Elaine Steffany bertutur, Modular Living Gadget dapat dirancang ulang sesuai kebutuhan masing-masing individu. "Meski telah menjadi sebuah kesatuan (compact), kita bisa menambahkan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan dasar seseorang. Jadi ini masih bisa didesain secara kreatif, tergantung fungsi yang dibutuhkan," kata Elaine.

Marina mengaku, meski menyenangkan menggarap Modular Living Gadget bersama-sama, awalnya mereka ragu akan hasil kerja mereka. Tetapi, motivasi dan dukungan dari para dosen pembimbing melecutkan semangat mereka untuk menyelesaikan karya tersebut.

"Ketika hasil kerja kami selesai, ternyata ia mempengaruhi banyak orang. Tadinya kami pikir desain ini hanya akan mempengaruhi sekelompok orang seperti para desainer," ujar Marina.

Anggita tim lainnya juga mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru. Terutama, pengalaman tentang bekerja sama di dalam tim tempat mereka saling berbagi ide.

Menurut Elaine, dengan mengerjakan proyek ini, para mahasiswa dapat mempraktikkan langsung ilmu yang mereka dapatkan di kelas. Uniknya, mereka pun berperan langsung sebagai desainer dalam proyek ini, sehingga pekerjaan tersebut terasa lebih nyata. Sehingga, dari awal pengerjaan proyek, pihak kampus menekankan bahwa proyek ini adalah sesuatu yang serius dan tidak main-main. Bahkan, para mahasiswa yang terlibat akan disebut sebagai desainer, entah proyeknya berhasil ataupun gagal.

"Proyek ini digarap senyata mungkin, karena kami ingin memberi tahu orang banyak bahwa yang membuat gadget ini adalah desainer asli yang membawa sesuatu yang baru," imbuhnya.(rfa)(mlk)


Sumber : Okezone.com

 


Support : Creating Website | Student Group
Copyright © 2011. kampusnote.com - All Rights Reserved